Rengginang atau krecek merupakan salah satu makanan sejenis krupuk yang tidak pernah ketinggalan dalam sebuah acara masyarakat, misalnya saat pernikahan atau pun saat lamaran dan atau saat acara sedekah bumi.

Pembuatan rengginang yang sudah turun temurun di Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, saat ini masih dilakukan tanpa mengubah rasa yang khas pada rengginang yang dibuat oleh generasi ke generasi. Hal ini yang menjadikan pembuat rengginang kebanjiran rezeki saat musim pernikahan, maupun musim menjelang hari raya.

Salah satu pembuat rengginang, Parti (38) mengaku, pembuatan rengginang sudah turun dari generasi ke generasi, uniknya pembuat rengginang di Desa Talun ini terdapat empat rumah yang semuanya masih saudara.

“Awalnya dulu pembuat rengginang ini adalah mbah saya, sehingga saat ini adik dan kakak saya juga membuat rengginang, namun bisa dikatakan kalau saya yang paling pertama,” ujar Parti, saat ditemui blokTuban.com, Sabtu (11/6/2016).

Dalam sehari, Parti bisa membuat rengginang hingga 100 sampai 150 rengginang, namun saat pesanan ramai ia dibantu dengan tetangganya bisa membuat kurang lebih 300 rengginang berukuran kecil dan besar.

“Untuk ukuran kecil saya mematok harga Rp1000, sedangkan untuk ukuran besar harganya Rp4000,” tutur Parti.

Para pembeli yang datang bukan hanya dari Kecamatan Montong, namun dari Kecamatan Kerek, Merakurak, bahkan Kecamatan Grabagan. Selain datang ke rumah, para pembeli juga bisa membeli produk Parti di Pasar Desa Jetak, Kecamatan Montong.

Sumber: http://bloktuban.com/berita-read.php/?show=4052-pembuat-rengginang-turun-temurun-rasa-tetap-khas.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *